Arsip untuk Quraish Shihab kategori

MAKNA KUALITAS HIDUP MANUSIA

Posted in Quraish Shihab on Juni 22, 2008 by mbo-nang

Dalam salah satu penjabaran program “tunggal”-nya, ICMI berupaya meningkatkan kualitas bangsa Indonesia, khusunya umat Islam. Apakah yang dimaksud dengan kualitas?

Kata ini diartikan sebagai “tingkat baik dan buruk” atau “mutu dari sesuatu”. Namun demikian, tidak mudah mendefinisikan atau menentukan tolok ukurnya secara permanent, sehingga apa pun jawaban yang diberikan mirip dengan sentuhan tangan terhadap ekor gajah. Semakin banyak sentuhan, semakin beragam jawaban yang dan semuanya dapat benar, namun ia bersifat parsial. Secara gambling Al-Qur’an mengemukakan dua kutub kualitas manusia, yaitu ahsan taqwim dan asfal safilin.

“Sesungguhnya Allah menciptakan manusia sesuai dengan peta-Nya,” demikian bunyi sebuah teks keagamaan Islam dan Kristen yang bias ditemukan dalam Kitab Shahih Bukhari dan Perjanjian lama. Teks ini dipahami sebagai adanya potensi pada diri manusia yang dapat menjadikannya mampu mencontoh sifat-sifat Tuhan dalam batas dan kapasitasnya sebagai makhluk. Karena itu pula, sebagai “usaha manusia mencotoh Tuhan dalam sifat-sifat-Nya” dan dari hasil usaha itulah dicapai kualitas yang didambakan agama.

Semua manusia diciptakan oleh Allah dari debu tanah dan Ruh Ilahi. Apabila daya tarik debu tanah mengalahkan daya tarik Ruh Ilahi maka ia akan jatuh tersungkur sehingga mencapai tingkat yang serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah daripada binatang. Sebaliknya, bila ruh Ilahi yang memenangkan tarik-menarik, manusia akan menjadi seperti malaikat, tidak pula binatang, karenanya unsure kejadian harus dapat menyatu dalam dirinya, dan ketika itulah ia mencapai kualitas yang diharapkan.

Melalui debu tanah dan Ruh Ilahi, Allah menganugerahkan manusia empat daya: Pertama, daya tubuh yang mengantarkan manusia berkekuatan fisik. Kedua, daya hidup yang menjadikannya memiliki kemampuan mengembangkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta mempertahankan hidupnya dalam menghadapi tantangan. Ketiga, daya akal yang memungkinkannya memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi. Keempat, daya kalbu yang memungkinkannya bermoral, merasakan keindahan, kelezatan iman, dan kehadiran Allah. Dari daya ini lahir intuisi dan indera keenam.

Apabila keempat daya itu digunakan dan dikembangkan secara baik, maka kualitas pribadi akan mencapai puncaknya, yaitu “suatu pribadi yang bariman, berbudi pekerti luhur, memiliki kecerdasan, ilmu pengetahuan, ketrampilan, keuletan serta wawasan masa depan, dan fisik yang sehat”. Al-Qur’an menamakan kualitas hidup yang semacam ini dengan al-hayat al-thayyibah, dan untuk mencapainya dirumuskan dengan amal saleh.

Barangsiapa yang melakukan amal shaleh, baik pria maupun wanita dalam keadaan dia beriman, maka pasti akan kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik (berkualitas tinggi) (Q.S 19:97). (sumber: lentera hati M. Quraish shihab 131-133).